Memberi Sentuhan Akhlak Saat Menyusui

Bismillahirrahmanirrahim..

Memberi Sentuhan Akhlak Saat Menyusui

Proses penyerapan ASI-instan sangat berbeda dengan penyerapan ASI secara lansung melalui payudara ibu. Secara fisik, payudara ibu memberikan kelembutan. Lingkungan fisik ini juga tidak mati. Ada perubahan-perubahan yang dapat dirasakan bayi pada payudara Ibu selama proses menyusu. Ini besar pengaruhnya kepada bayi.

Secara psikis, seluruh tubuh ibunya merupakan pengirim pesan tentang keadaan hati ibunya. Suhu tubuh, permukaan payudara dan dekapan Ibu mengabarkan kepada anak mengenai suasana hati ibu. Demikian juga detak jantung ibu, yang sangat disukai anak selama menyusui, memberikan petunjuk tentang perasaan ibu, khususnya perasaan terhadap anak.

Jika ibu jengkel terhadap anaknya, maka seluruh tubuh ibu memberitahukan perasaannya kepada anak. ASI juga tidak keluar lancar, sehingga anak rewel. Ia merengek seharian “tanpa diketahui sebabnya”. ASI akan keluar dengan baik dan lancar jika ibu berbahagia. Bayi senang memain-mainkan tangannya menepuk dada ibunya jika ibu menyusui dengan bahagia. Jika perasaan ibu tenang, bayi akan menyusu tanpa rewel.

Dalam proses menyusui ini anak belajar mengenal perubahan-perubahan pada lingkungan psikisnya. Anak belajar mengenali manusia lain, yang terdekat dan paling utama adalah ibunya. Ini merupakan dasar paling awal dari akhlak alami. Kelak akhlak alami ini, insyaaAllah akan mudah diikuti melalui pendidikan.

Selama proses menyusu, bayi juga berkomunikasi dengan ibu. Komunikasi yang pokok adalah dengan menepuk-nepukkan tangan atau mengubah intensitas hisapan dan gigitan. Anak akan menggigit payudara ibunya dengan keras jika ia jengkel. Ia akan menangis keras jika ternyata kejengkelannya ini ditanggapi dengan kejengkelan yang lebih besar oleh ibunya.

Proses menyusui yang baik merupakan proses pembentukan dasar akhlak alami anak. Karena ini merupakan usaha meningkatkan kualitas menyusui dengan menghaluskan perasaan, membentangkan hati dan membersikan jiwa, besar sekali artinya bagi pendidikan akhlak anak.

Selebihnya, ada hal-hal lain yang dapat dilakukan ibu untuk memberi sentuhan akhlak yang lebih berarti. Misalnya dengan meniru apa yang dilakukan oleh ibu Imam Syafi’i, yaitu mengaji AlQur’an ketika sedang menyusui. Sehingga selama bayi menghisap ASI, telinganya terus mendengar lantunan ayat-ayat suci AlQur’an. Apalagi, pendengaran merupakan pintu terpenting masuknya informasi dari luar bagi bayi. Ini terutama bagi bayi baru lahir (neo-portus) sebelum kelak penglihatan memegang peranan yang besar.

Selain membacakan Al Qur’an, ibu juga dapat mengucapkan kalimat-kalimat thayyibah atau shalawat Nabi selama menyusui. Sesekali mengusap kepala bayi, kemudian menutup lembut sambil mengucapkan kalimat tayyibah.

Ucapan kita akan masuk menembus hati anak jika ucapan Anda keluar dari hati.

Allahi a’lam..

Teruntuk seluruh Bunda dan Ayah pejuang ASI๐Ÿ’™๐Ÿ’™.

Ambi Ummu Salman

[Sumber : Salahnya kodok ” Bahagia mendidik anak bagi Ummahat”, Ustadz Muhammad Fauzil Adhim]

Add Comment